Akademi Keperawatan PELNI Jakarta Memberikan Bantuan Kemanusiaan dan Dukungan Psikososial pada Masyarakat Korban Gempa Di Cianjur

Senin, 21 November 2022 BMKG melaporkan terjadi gempa di dengan kekuatan 5,6 SR yang berpusat di Kota Cianjur, Provinsi Jawa Barat (BMKG, 2022). Getaran gempa tersebut terasa di berbagai wilayah sekitarnya hingga ke DKI Jakarta. Gempa-gempa susulan dengan kekuatan 3.3 – 4.5 SR juga masih terus terjadi dan menyebabkan kerusakan pada daerah Cianjur sekitarnya.  Gempa Bumi Cianjur memakan 310 korban jiwa dan lebih dari 400 orang luka-luka dan ribuan rumah hancur. Tidak hanya rumah warga yang hancur namun sekolah, tempat ibadah, perkantoran dan berbagai bangunan juga ikut hancur sehingga menyebabkan proses kehidupan masyarakat berubah dan harus tinggal di tenda pengungsian.

Gempa ini memberikan dampak kecemasan, stres, depresi hingga traumatik pada seluruh korban yang berada disana, khususnya anak-anak sebagai populasi rentan. Aktivitas sehari-hari anak yang biasanya melakukan interaksi di sekolah, belajar dan bermain, seketika harus terhenti dan melihat kondisi rumah dan sekolah mereka yang hancur. Melihat kondisi tersebut, sivitas Akademi Keperawatan PELNI Jakarta melakukan pengabdian masyarakat kepada anak usia sekolah untuk memberikan dukungan sosial pada anak anak dan pelayanan pemeriksaan fisik bagi korban gempa Cianjur.

Pengabdian masyarakat berupa pemberian bantuan kebutuhan sehari-hari dan dukungan psikososial pada anak korban gempa Cianjur ini berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 26 & 27 November 2022 di Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Cianjur,Jawa Barat. Tim pengabdi Akademi Keperwatan PELNI telah berkoordinasi dengan Lembaga Layanan Perguruan Tinggi III yang telah menyediakan posko di bantuan kemanusiaan di Cianjur. Pengabdian masyarakat ini diketuai oleh  Ns. T. Widya Naralia, M.Kep., Sp.Kep.K, sebagai dosen Akademi Keperawatan PELNI Jakarta bersama dengan Ns. Putri Permatasari, M.Kep., Sp.Kep.M dan dua orang Mahasiswa Akademi Keperawatan PELNI Jakarta yaitu Tegar Aco dan Farhan Alauddin. Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai pada pagi hari yaitu dengan menyalurkan bantuan di Posko kemanusiaan Lembaga Layanan Perguruan Tinggi III (LLDikti-III). Bantuan yang berikan berupa kebutuhan sehari-hari, pakaian dalam wanita dan pria, selimut, penghangat, dan makanan untuk korban gempa.

Selain melakukan koordinasi dengan LLDikti III, tim pengabdi juga bersinergi dan kerja sama dengan lembaga kemanusiaan yaitu Yayasan Rufaidah Humanity Care (RHC) untuk melakukan kegiatan dukungan psikososial kepada anak-anak. Tim pengabdi melakukan kegiatan dukungan psikososial berupa terapi bermain, bernyanyi dan menggambar kepada anak-anak usia 4-16 tahun di Posko Rufaidah Humanity Care (RHC). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ns. T. Widya Naralia, M.Kep., Sp.Kep.K selaku ketua tim dan Ns. Putri Permatasari, M.Kep., Sp.Kep.M mengajak anak-anak untuk bernyanyi bersama sebelum melakukan kegiatan mewarnai dan menggambar.

Setelah bernyanyi bersama, kegiatan selanjutnya ialah mewarnai, menggambar dan bermain games. Anak-anak dikelompokan menjadi dua kelompok, usia 4-10 tahun mewarnai kertas yang sudah ada sketsanya sedangkan kelompok usia 10-16 tahun menggambar bebas sesuai keinginannya di kertas kosong. Tim pengabdi memfasilitasi kertas gambar dan crayon untuk seluruh anak-anak yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Terdapat 55 orang anak yang ikut dalam kegiatan ini. Anak-anak dengan hasil mewarnai dan gambar yang paling bagus kemudian mendapatkan hadiah dari tim pengabdi. Terdapat 4 orang anak dengan hasil mewarnai paling bagus dan 3 orang anak hasil menggambar paling bagus. Setelah kegiatan menggambar dan mewarnai selesai kegiatan selanjutnya berupa bermain games. Anak diajak menyebutkan yel yel dan menyanyi, kemudian games yang diberikan berupa pertanyaan sederhana dalam bentuk cerita, games ini bertujuan melatih fokus anak mendengarkan. Anak-anak diberikan pertanyaan yang mudah seputar tebak tebakan pengatahuan umum dan pertanyaan soal matematika dalam bentuk ceita. Anak-anak yang mampu menjawab paling cepat dan tepat langsung mendapatkan hadiah yang telah disediakan. Setelah seluruh kegiatan selesai, anak-anak diberikan bingkisan berupa susu kotak dan biskuit bergizi untuk meningkatkan semangatnya kembali.

Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat kemudian di tutup dengan sesi foto bersama dengan seluruh anak anak di posko pengungsian. Anak-anak menyatakan sangat senang dan berkeinginan agar kegiatan serupa dilakukan kembali. Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan di berbagai posko pengungsian gempa Cianjur untuk mengurangi rasa stres dan kebosanan anak-anak akibat kejadian gempa di Cianjur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X