Sejarah Akper Pelni

Berbicara mengenai tata pamong Akademi Keperawatan PELNI Jakarta, tidak bisa dilepaskan dari pembicaraaan mengenai sejarah. Adapun secara historis tentang perkembangan dan perubahan yang terjadi tentang institusi pendidikan Akademi Keperawatan PELNI Jakarta adalah sebagai berikut di bawah ini. Rumah Sakit Pelni awalnya bernama Koninklijke Paketvaart Maatschappj (KPM ) Hospital “Djati Baroe”, didirikan pada tanggal 12 Desember 1915 oleh orang Belanda, yang bertujuan untuk merawat perwira-perwira/ pelaut KPM yang menderita penyakit kelamin dan TBC dengan kapasitas 150 tempat tidur.

Seiring dengan berjalannya waktu, Visi dan Misi tersebut setiap tahun kami adakan evaluasi dan kami adakan perubahan sesuai dengan kurikulum inti dan institusional yang berlaku serta sesuai dengan tuntutan kebutuhan lingkungan saat itu, namun saat ini kami tidak memiliki lagi bukti fisik yang otentik tentang proses perubahan Visi dan Misi tersebut, mengingat bukti-bukti tersebut sudah tidak tersimpan dengan baik dan hanya yang ada Visi dan Misi yang tercantum di dalam buku panduan pada setiap angkatan Akper PELNI Jakarta.

Sejak di berlakukannya Undang-Undang tentang penyelenggaraan Pendidikan Tinggi tidak boleh di bawah pengelolaan Rumah Sakit, maka sejak tanggal ….. Bulan ….. Tahun …. Akper Pelni berada di bawah pengelolaan Samudra Apta dan kami telah memiliki SK pendirian Institusi dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi dengan SK.Mendiknas RI No. 33/D/0/2011. Atas dasar itu di dalam penyelenggaraan pendidikan perlu memiliki Visi dan Misi yang dirumuskan dengan melibatkan Stoke holder, Civitas Akademika, Senat Akademika, Senat Mahasiswa dan Iluni. Oleh karena itu pada tgl 28 Juni th 2011 kami bersama-sama sepakat dalam rapat memberikan masukan-masukan untuk merubah Visi dan Misi Akademi Keperawatan Pelni Jakarta sesuai dengan kurikulum inti dan institusional serta sesuai dengan tuntutan kebutuhan lingkungan saat ini.